Perdagangan saham pada Rabu, 19 Juli 2017 kembali ditutup di zona negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,27 persen ke level 5.806,69. Mayoritas indeks sektoral melemah dengan penurunan terbesar pada sektor aneka industri sebesar 1,90 persen, disusul sektor manufaktur yang melemah 0,63 persen.

Berlanjutnya arus dana keluar dari investor asing menekan laju IHSG. Pada perdagangan kemarin investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 1,6 triliun di seluruh pasar. Sehingga, sepanjang tahun 2017 asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp 9,7 triliun.

Namun koreksi pasar yang terjadi tidak berpengaruh signifikan pada kinerja reksa dana saham dan campuran, dimana saham sebagai salah satu isi aset portofolio reksa dana. Tercatat, indeks reksa dana saham dan campuran menghasilkan return positif sebesar 0,58 persen dan 0,29 persen dalam sebulan terakhir.

Kemudian di pasar obligasi, yield (imbal hasil) obligasi tenor 10 tahun yang menjadi benchmark turun ke level 6,88 persen dalam setahun. Hal ini menandakan adanya kenaikan pada harga obligasi. Namun adanya penurunan pada imbal hasil obligasi ini tidak memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada kinerja reksa dana pendapatan tetap. Dimana, reksa dana ini menempatkan sebagian besar asetnya pada obligasi. Indeks reksa dana pendapatan tetap masih mencatatkan return negatif sebesar 0,30 persen.

Adapun reksa dana pasar uang yang memiliki tingkat risiko paling rendah memperlihatkan return stabil dan cenderung meningkat dalam sebulan. Hal ini dikarenakan jenis reksa dana ini menempatkan asetnya pada deposito dan surat utang jangka pendek yang memiliki risiko fluktuasi pasar rendah dibanding instrumen investasi lainnya seperti saham. Dalam sebulan terakhir, indeks reksa dana pasar uang tercatat menghasilkan return 0,45 persen.