JAKARTA. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat terganggu, lantaran data feed tidak bergerak. Pihak BEI sempat memutuskan melakukan trading sesi pertama dilakukan pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB.

Teguh Hidayat, Direktur Avere Mitra Investama mengungkapkan pasar modal sangat bergantung dengan jaringan internet. Investor melakukan perdagangan menggunakan online trading. Sehingga ujung-ujungnya lewat internet. “Kalau internet gak ada, maka bisa hancur,” kata Teguh kepada KONTAN, Senin (10/7).

Pengamat pasar modal ini juga menyatakan jauh sebelum ada kejadian teknis itu, dia sudah memperkirakan bila ada masalah teknis, yang berhubungan dengan teknologi, maka pasar sedikit terguncang. “Meski hanya beberapa menit dan beberapa jam, kalau sampai harian maka bisa drop,” katanya.

Dalam jangka panjang, menurutnya tidak akan berdampak serius. Namun, bila terjadi lagi hal yang sama, maka akan berdampak besar. Sebab mempengaruhi kepercayaan pasar. Dia mengibaratkan, seperti halnya nai pesawat bila mengalami gangguan serius maka akan mempengaruhi kepercayaan penumpang menggunakan jasa pesawat tersebut.

Menurutnya, sejak tahun 2009 baru kali ada kejadian seperti itu. Bahkan, sejak awal tahun 2000 juga belum ada kejadian seperti ini. “Kalau perdagangan di suspend itu lain cerita. Tapi kalau ada gangguan teknis seperti ini, seperti seluruh saham di suspend,” kata Teguh.

sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/pengamat-bergantung-internet-trading-saham-rawan