JAKARTA. Pasar saham Asia berpeluang lanjut menguat didukung sejumlah sentimen. Kemarin, bursa Asia mampu berbalik menguat seiring respons pasar terhadap pelemahan dollar Amerika Serikat.

Dollar tertekan karena imbas ketidakjelasan pemerintahan Trump dalam mereformasi paket kebijakan kesehatan. Dengan melemahnya dollar AS memberikan sentimen positif pada penguatan mata uang Asia.

“Di sisi lain, pelaku pasar juga berharap positif akan dirilisnya kinerja keuangan para emiten,” kata Reza Priyambada , analis Binaartha Parama Sekuritas dalam riset yang diterima KONTAN, Kamis (20/7).

Sejumlah sentimen dari pasar Amerika dan Eropa akan mempengaruhi pasar Asia. Tercatat, bursa saham AS mampu bertahan di zona hijau seiring respons pelaku pasar terhadap data perumahan dan kinerja kuartalan.

Indeks S&P 500 kembali melonjak dengan saham-saham perawatan kesehatan memimpin penguatan. Begitupun dengan indeks Nasdaq dan DJIA yang banyak ditopang oleh saham-saham teknologi. Dari 53 emiten dalam indeks S&P 500 yang telah merilis kinerja, sebesar 77% berhasil melampaui ekspektasi perolehan laba. Sementara, 75% merilis pendapatan yang sesuai ekspektasi.

Di Eropa, adanya indikasi membaiknya kinerja keuangan para emiten, memberikan sentimen positif pada bursa saham Eropa. Indeks Pan-European Stoxx600 naik 0,77% terutama didukung oleh saham-saham tekno dan telekomunikasi. “Di sisi lain, mulai adanya aksi korporasi dari beberapa emiten turut direspons positf,” lanjut Reza.

Sumber : http://investasi.kontan.co.id/news/bursa-asia-akan-merespons-rilis-kinerja