Berita penyegelan Gudang Utama dari PT Indo Beras Unggul, anak Perusahaan dari AISA muncul seperti Petir di Siang Bolong. Berita ini langsung menjadi topik utama di berbagai media sosial dan forum saham sepanjang sesi 1 tadi. Hal ini bukan hal yang mengherankan, karena emiten yang satu ini sebelumnya dikenal sebagai emiten yang punya Fundamental yang baik, banyak pakar saham bahkan merekomendasikan saham ini di tengah masa penurunannya dua bulan terakhir, karena saham ini layak masuk dalam kategori Value Investing, dan sangat baik dibeli ketika harganya turun.

Jadi tidak heran kalau berita PENYEGELAN GUDANG BERAS UTAMA milik AISA ini mengagetkan banyak pihak, bahkan investor-investor fundamental sekalipun. Berita yang keluar pagi ini tentunya sangat-sangat mengkhawatirkan bagi para pemegang saham AISA. Dalam berita ini ada beberapa point penting yang menunjukan parahnya korusakan yang bisa ditimbulkan kejadian hari ini untuk masa depan perusahaan kedepan.

PENUTUPAN DILAKUKAN LANGSUNG OLEH DITUTUP OLEH KAPOLRI TITO KARNAVIAN DAN MENTERI PERTANIAN AMRAN SULAIMAN
Artinya dua orang dengan posisi tertinggi di Indonesia yang berhubungan dengan  kasus ini, merasa perlu untuk langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyegelan, fakta ini sudah sangat mencerminkan gawatnya kondisi saat ini. Kita tahu untuk penyegelan satu tempat yang diduga melakukan tindak pidana sama sekali tidak diperlukan petinggi kepolisian apalagi sampai KAPOLRI.

Dalam Konfrensi Persnya Kapolri menyebut beberapa point yang tidak kalah mengerikan, pertama beliau mengatakan bahwa tindak pidana yang dituduhkan Kepolisian sudah merugikan Masyarakat dan Pemerintah sampai puluhan Triliun. Selain itu beliau juga mengkaitkan tindak pidana ini dengan “Mafia Beras’ di dalam negeri.

POLISI TELAH MELAKUKAN PENYELIDIKAN SELAMA BERBULAN-BULAN

Dalam pernyataan Kapolri, dikatakan bahwa pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan selama berbulan-bulan untuk membongkar kasus ini, dan setelah bukti dianggap cukup KAPOLRI sendiri turun kelapangan untuk melakukan ‘penangkapan’.  Artinya sangat kecil kemungkinan AISA bisa lolos dari tuduhan yang diberikan dalam proses peradilan nanti.

Selain itu informasi ini juga menjelaskan mengapa saham AISA bergerak turun sangat signifikan dalam 2 bulan terakhir, dan disertai aksi jual besar-besaran oleh para BIG PLAYER dan INVESTOR ASING di saham ini.

Berikut kami lampirkan grafik Foreign Flow AISA, dalam beberapa bulan kebelakang. Kita bisa melihat sejak akhir bulan Mei lalu secara misterius investor asing terus mengguyar saham AISA. Ada aksi jual yang sangat-sangat besar, sesuatu yang tidak pernah terjadi di masa yang lalu.

Outflow ini memang sejak awal mendatangkan kekhawatiran bagi kami, karena seperti kita lihat bahwa sebelumnya investor asing sedang mengakumulasi saham ini, namun secara tiba-tiba strategi asing di saham ini berubah 180 derajat, bahkan dari perhitungan yang kami lakukan pada periode distribusi ini, kami mendapati bahwa asing sudah menjual saham AISA di bawah level akumulasi mereka sebelumnya (alias Cut Loss).  Hari ini akhirnya kita mengetahui alasan di balik aksi panic selling yang dilakukan oleh Investor Asing ini, terjawab dari statement Kapolri “Penyelidikan dilakukan selama berbulan-bulan”

Selain investor asing kami juga mendapati bahwa para pemain-pemain besar dalam negeri juga melakukan distribusi besar-besaran di saham ini, di masa penyelidikan tersebut.

KEJATUHAN AISA HARI INI, DAN AKSI BELI MISTERIUS YANG DILAKUKAN MERRILL LYNCH

Sampai penutupan sesi satu ini  harga AISA sudah berada pada posisi Auto Reject Bawah, dan bukan mustahil akan segera di suspend oleh bursa, jika mempertimbangkan parahnya kasus yang sedang menimpa perusahaan ini.

Jika kita memperhatikan pergeraka AISA sepanjang sesi satu tadi para banyak trader yang sudah memahami analisa bandarmologi menemukan satu fakta yang cukup misterius, yaitu munculkan satu broker raksasa MERRILL LYNCH sebagai Top Buyer sepanjang sesi 1 tadi, hal ini tentu cukup mengherankan karena ketika saham terjun bebas seperti AISA hari ini, biasanya   sekuritas YP dan PD yang menjadi TOP BUYER, karena seperti kita ketahui masih sangat minimnya pengetahuan investor mengenai Ilmu Bandarmologi membuat investor ritel hampir selalu menjadi korban dalam kondisi-kondisi seperti ini.

Namun seperti kita lihat pada grafik broker summary di atas meskipun YP dan PD memang telah menjadi korban di saham ini, namun ML tetap menjadi ‘korban utama’ dengan jumlah pebelian sebesar 95 ribu lota sepanjang sesi 1 tadi. Hal ini jelas menimbulkan banyak pertanyaan bagi para investor ritel.

Apakah ada udang di balik batu? Mengapa sekuritas sekelas ML, yang jelas tidak diisi oleh investor ritel memilih untuk memborong satu saham yang terancam keberadaanya seperti AISA.

Kalau ML mau membeli saham ini di level harga yang murah, mengapa mereka tidak membiarkan investor ritel saja yang dihajar para pemain besar sepanjang sesi satu tadi, dan membuat saham ini Auto Reject bawah  selama beberapa hari kedepan, baru setelah itu mereka memulai pembelian mereka di harga yang jauh lebuh murah dari hari ini ?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kita perlu menggunakan fitur analisa pergerakan BANDAR yang lebih canggih dari yang selama kami tampilkan di website. Mungkin anda masih ingat untuk menjawab pertanyaan dalam kasus Antrian Jual Misterius 2 Milyar Lot di saham BEKS tahun lalu dimana kami menggunakan sistem MARKET MAKER MONITORING SYSTEM (M3S), khusus dalam kasus ini kami akan menunjukan sistem kami yang lainnya yang kami beri nama REAL TIME MARKET MAKER DETECTOR.

Kegunaan fitur INTRADAY BANDARMOLOGI adalah untuk mendeteksi pergerakan BANDAR secara REALTIME, dengan menganalisa pergerakan broker-broker yang dianggap sebagai BANDAR, dan juga sebagai RITEL.

Dalam grafik di atas kami kita bisa melihat pergerakan intraday saham AISA dan 3 broker yang menjadi TOP BUYER di saham ini pada sesi 1 tadi dengan timeframe 1 detik. Jadi sistem ini mendeteksi setiap kali YP, PD dan ML melakukan pembelian sepanjang sesi 1 tadi, dan membandingkannya dengan pergerakan harga AISA pada periode yang sama.

Dalam kasus ini tentunya kami membagi menjadi kedua broker itu menjadi 2 kubu. Kubu pertama adalah YP dan PD sebagai INVESTOR RITEL, dan KUBU KEDUA adalah ML  yang merupakan PEMBELI MISTERIUS yang kita bahas di atas.

Dalam grafik di atas kita melihat bahwa saham AISA sebenarnya sudah berada di level Auto Reject bawah, pada jam 9.30 pagi tadi, dalam periode tersebut INVESTOR RITEL terlihat menjadi korban utama dalam penurunan harga saham ini, terlihat dari grafik curva biru yang terus naik di masa penurunan saham ini di awal sesi.

ML sendiri terlihat tidak bergerak sama sekali pada periode penurunan pertama tersebut, seharusnya jika ML mau membeli saham ini di harga murah mereka bisa menunggu beberapa hari kedepan, dimana kejadian yang kurang lebih serupa akan terjadi lagi karena ritel kemungkinan tidak akan kuat menahan aksi jual para pemain besar lainnya seperti yang terjadi dalam 30 menit pertama perdagangan hari ini.

Namun anehnya ML memilih untuk muncul hari ini, dan aksi bel yang mereka lakukan membuat saham AISA kembali bangkit, terlihat dari kurva merah yang naik seiring dengan bangkitnya harga AISA di sesi 1 tadi.  Namun ujung-ujungnya kita harga AISA tetap jatuh juga dan balik lagi ke level AutoReject di akhir sesi 1.

BANDAR MASIH PUNYA BANYAK BARANG YANG BELUM DIJUAL

Alasan di balik pembelian misterius ML tersebut sebenarnya cukup sederhana, hal itu dapat terjawab dengan melihat pergerakan  YP dan PD setelah pergerakan misterius ML tersebut. Kita melhat meskipun harga sempat naik tapi para investor ritel bukannya profit taking dan menyelamatkan diri dari saham ini malah terus memborong saham ini, kurva pergerakan YP dan PD pun terus bergerak naik sesudah ML mengangkat saham ini.  Artinya terlepas dari apa yang dilakukan ML, jumlah ritel yang membeli saham ini hanya bertambah banyak sepanjang perdagangan sesi satu tadi.

Inilah sebenarnya tujuan dibalik pembelian misterius ML, broker ini bukanlah broker nekad yang gagal mengangkat harga, melainkan broker yang digunakan oleh BANDAR yang sama dengan yang sedang mengguyur saham ini, sepanjang sesi 1 tadi.

Kita melihat jika ML tidak digunakan BANDAR, jumlah barang yang bisa dijuan BANDAR ke RITEL dalam kasus ini (YP dan PD) hanya sebesar 55 ribu lot (level dimana harga AISA sudah berada dalam level auto reject bawah di awal perdangan sesi 1 tadi. Namun dengan menambahkan ‘faktor ML’ dalam aksi distribusi yang dilakukan BANDAR jumlah barang yang bisa didistribusi ke INVESTOR RITEL bisa mencapai 192 ribu lot di akhir sesi 1.

Jika melihat dari sudut pandang ini kita bisa melihat dengan jelas tujuan BANDAR sepanjang sesi 1 tadi, yaitu untuk menjual saham ini sebanyak-banyaknya ke Investor Ritel. Karena bukan mustahil saham ini akan segera di SUSPEND oleh bursa minggu depan, seperti yang terjadi di saham DGIK minggu ini. Jadi bagaimana caranya BANDAR harus menjual saham ini sebanyak mungkin ke INVESTOR RITEL.

Apalagi kita sama-sama tahu untuk BANDAR  menjual semua sahamnya di AISA dibutuhkan waktu yang cukup panjang, dan tidak mungkin dilakukan hanya dalam waktu 2 bulan seperti yang terjadi dalam kasus ini dimana BANDAR sudah melakukan aksi jual besar-besaran sejak awal penyidikan.

Jadi prediksi kami BANDAR akan menggunakan berbagai trik yang dimiliki untuk menjual sebanyak mungkin saham AISA ke INVESTOR RITEL.

 

Kasus AISA ini merupakan satu lagi bukti bahwa Analisa BANDARMOLOGI bukan hanya dapat membantu memprediksi pergerakan BANDAR, namun juga dapat membantu kita melihat sesuatu yang selama ini tidak terlihat oleh investor ritel, seperti yang terjadi di saham AISA ini dimana ketika BANDAR sudah melakukan aksi jual besar-besaran di masa penyidikan, banyak investor ritel yang justru melihat kondisi ini sebagai peluang, dan akhirnya menjadi korban setelah keluarnya berita hari ini.

 

 

sumber : http://www.creative-trader.com/aisa-terancam-bangkrut-tapi-bandar-sudah-berhasil-kabur/